Home » Menarik, Ini Karya Para Jurnalis PAI di Pelatihan Jurnalis Kankemenag Purbalingga
Kabar Baik Materi Penyuluh Agama

Menarik, Ini Karya Para Jurnalis PAI di Pelatihan Jurnalis Kankemenag Purbalingga

PAI Purbalingga saat menulis artikel berita melalui HP berbasis Android di acara Pelatihan Jurnalistik untuk Penyuluh Tahun 2021 Wisma Asri Tien Catering Purbalingga, Selasa (15/6/2021). (Foto: Imam ES/bekalbaik.com)

PURBALINGGA – Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS se Kabupaten Purbalingga mengikuti  Pelatihan Jurnalistik yang digelar oleh Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Purbalingga, Jawa Tengah.

Pelatihan yang mengusung tema Bercengkerama Dengan Media ini, bertujuan meningkatkan peran PAI sebagai Informatif, Edukatif, Konsultatif dan advokatif di masyarakat.

Berikut hasil karya para PAI Purbalingga saat mengikuti Pelatihan Jurnalistik untuk Penyuluh tahun 2021 yang digelar di Wisma Asri Tien Catering Purbalingga, Selasa (15/6/2021).

BACA JUGA : https://www.bekalbaik.com/2021/06/15/pai-se-kabupaten-purbalingga-belajar-jurnalistik/

Fitriana Pusporini, PAI dari KUA Padamara melalui kuapadamara.blogspot.com, dengan judul PAI Bercengkerama Dengan Media, ia menulis lebih banyak mengangkat seremonial kegiatan.

Namun dalam paragraf keempat, penulis yang akrab di sapa Fitri ini, menulis pernyataan dari Kepala Kankemenag Purbalingga.

Dalam acara tersebut KakanKemenag Purbalingga H. Karsono,S.Pd.I,MM menyampaikan bahwa orang yang menang adalah orang yang tahu jati dirinya.  Jati diri penyuluh ada di KMA nomor 516 tahun 2003 tentang tupoksi Penyuluh Agama yang salah satunya yaitu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat sehingga bisa meminimalisir bahkan meredam berita hoax yaitu berita bohong dan fitnah. tulis Fitriana.

Berikutnya, masih senada dengan Fitriana Pusporini, Artanti Laili Zulaiha atau Tanti, PAI dari KUA Bojongsari dalam laman blognya mbak-tantizul.blogspot.com juga mengambil pernyataan Kepala Kankemenag Purbalingga, Karsono dengan kalimat kutipan.

“Apresiasi saya sampaikan kepada Kasi Bimas Islam Kankemenag Purbalingga yang telah memfasilitasi para Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Purbalingga untuk semakin memiliki kemampuan dalam memberikan layanan penyuluhan agama Islam.”

Salah satu fungsi Penyuluh Agama Islam adalah fungsi informatif. Penyuluh diharapkan mampu memberikan informasi dan produk-produk pemerintah Kementerian Agama kepada masyarakat luas.

 Produk-produk keagamaan yang dimiliki Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga harus mampu disampaikan secara gamblang oleh para Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Purbalingga, tulis Artanti dalam blognya yang berjudul Penyuluh Agama Islam Dibekali Ilmu Jurnalistik.

Pada paragraf terahir atau penutup, Artanti menulis harapan dari penyelenggara acara. Harapan panitia setelah pelatihan jurnalistik para penyuluh mampu berinovasi dalam memberikan penyuluhan khususnya di era pandemi seperti saat ini. Aktif di media sosial dan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat luas.

Selanjutnya, Fauzan Wagino PAI dari KUA Kaligondang dengan akun blognya fauzankangginopai.blogspot.com mengambil judul Pelatihan Jurnalis Penyuluh Tahun 2021.

 Dalam blognya, Fauzan fokus pada tugas PAI yang dikaitkan dengan informasi yang disampaikan oleh Penyuluh, diantaranya.

 Para penyuluh jangan sampai kurang bahkan tidak mengerti informasi-informasi yang terdapat di kementrian agama.

Karena para penyuluh untuk menyampaikan ke masyarakat dengan jelas dan baik.

Sehingga informasi penting akan ter tersampaikan kemasyarakat, sehingga bisa menangkal dan menjadi penjelas info-info yang kurang tepat bahkan hoax.

Salah satu contoh pada saat ini kita menyampaikan  informasi berita tentang pembatalan atau penundaan pemberangkatan haji di tahun 2021,

harus bisa detail sehingga membuat masyarakat mengerti dengan jelas.

 Sementara pada paragraf penutup, Fauzan menulis harapanya.

Dengan kemampuan yang dimiliki dan makin mahirnya kemapuan yang dimiliki mampu menguasai ke medsosan maka informasi akan lebih cepat dan lebih mudah tersampaikn ke masyarakat, tulis Fauzan.

Lalu, Nur Kholis, PAI dari KUA mrebet 1 melalui artikelnya di laman kuamrebetsatu.blogspot.com yang mengambil judul WARTAWAN NYENTRIK LATIH PENYULUH JURUS JURNALISTIK.

Ia lebih banyak menulis tentang sosok wartawan Sinangga Angga saat mengisi acara pelatihan dengan gayanya yang menurutnya unik dan menarik. Namun tulisanya tetap konsisten dengan tidak lepas dari substansi acara pelatihan Jurnalistik.

Mendengar namanya, banyak yang berasumsi dia berasal dari luar jawa mengingat nama belakangnya yang seperti marga. Terlebih melihat gayanya yang nyentrik dengan rambut bersemir warna orange dan tidak berpeci. Tapi ternyata dia adalah putra asli Purbalingga tepatnya dari desa Majasem Kemangkon Purbalingga, tulis Nur Kholis dalam blognya di paragraf kedua.

 Sebelum menutup tulisanya, Nur Kholis mengutip pernyataan Sinangga Angga.

“Daya rekam dan kepandaian dalam menarasikan adalah jurus utama bagi seorang jurnalis .”pungkasnya.

Pelatihan jurnalistik untuk Penyuluh tahun 2021 dengan tema “Bercengkerama dengan Media” ini diadakan di Wisma Asri Tien Catering Wirasana (15/06/2021) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para Penyuluh Agama Islam dalam bidang Jurnalistik mengingat Penyuluh adalah corong dan garda terdepan Kementerian Agama RI.

Terahir, Prayitno, PAI dari KUA Kaligondang di www.kangprayit.com tampak lebih fokus pada pesan Kepala Kankemenag Purbalingga, Karsono tentang info haji yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat.

“Jangan sampai berita haji menjadi salah, seperti tidak berangkat karena dana Haji  untuk membangun tol, tidak dapat kuota dan lain sebagainya, penyuluh harus menyampaikan informasi dengan baik dapat melalui FB dan media sosial lainnya” tambahnya.

Selain mengapresiasi keputusan Menteri Agama tugas pokok penyuluh juga disinggung “Penyuluh harus dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya, terutama sebagai penyampai Informasi produk-produk pelayanan Kementrian Agama”. tulis Prayitno dalam websitenya yang mengambil judul Karsono: Keputusan yang diambil Gus Men Udah Tepat.

Demikian lima artikel dari para jurnalis Penyuluh Agama Islam yang ditulis dan dipublish saat mengikuti Pelatihan Jurnalistik untuk Penyuluh Tahun 2021.(*)

Jadwal Sholat :


jadwal-sholat

Kalender Masehi – Hijriyah

Masehi HijriyahPerhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah