
Ilustrasi: Potong kuku
Pembaca setia bekalbaik.com, Islam mengajarkan kepada kita agar selalu menjaga kebersihan dan kesucian lahir dan bathin. Kebersihan anggota badan salah satunya adalah memotong kuku, agar tampak rapih dan juga bersih. Bagaimana Islam mengajarkan tentang kebersihan kuku yang ada di jari-jari tangan dan kaki kita, berikut ulasan singkatnya.
Allah SWT berfirman dalam QS al Baqoroh [2] ayat 222.
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ – ٢٢٢
Artinya : “Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”
Rasululloh SAW bersabda.
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ
Artinya : “Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak,” (Bukhari No 5891 dan Muslim No 258).
Imam madzhab, seperti Iman Syafi’i dan para ulama madzhab Syafi’iyah menegaskan bahwa dianjurkanya memotong kuku dan mencukur rambut-rambut pada tubuh (kumis dan bulu kemaluan) pada hari Jumat. (Al Majmu’ Syarah Al Muhadzdzab).
CARA MEMOTONG KUKU
“Tidak ada satu pun hadis yang menjelaskan tentang tertib memotong kuku. Akan tetapi Imam Nawawi menegaskan dalam kitab Syarh Muslim, bahwa disunahkan untuk memulai dari jari telunjuk tangan kanan, tengah, manis, kelingking, dan jempol.
Untuk jari tangan sebelah kiri dimulai dari jari kelingking, manis, sampai jempol. Untuk kaki dimulai dari jari kelingking sebelah kanan sampai ke jempol, dan kaki sebelah kiri dimulai dari jempol sampai jari kelingking.”
- Mulailah memotong kuku dari tangan kanan,
- jari telunjuk,
- jari tengah,
- jari manis,
- kelingking,
- dan ibu jari, kemudian dilanjutkan ke jari tangan kiri, dimulai dari,
- jari kelingking,
- jari manis,
- jari tengah,
- telunjuk, dan
- ibu jari.
- Selanjutnya, kuku kaki, sunahnya dimulai dari
- jempol kaki kanan hingga kelingking. Kemudian,
- kuku kaki kiri dari jempol kaki sampai kelingking.
WAKTU UNTUK MEMOTONG KUKU
Dalam Islam, tidak boleh seorang muslim memelihara kuku atau membiarkan kukunya panjang hingga lebih dari 40 hari. Dalam sebuah hadits, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
“Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim no. 258).
Yang dimaksud hadits ini adalah jangan sampai kuku dan rambut-rambut atau bulu-bulu yang disebut dalam hadits dibiarkan panjang lebih dari 40 hari (Lihat Syarh Shahih Muslim, 3: 133).
Sementara untuk pria muslim, disunahkan untuk memotong kuku sebelum mengerjakan sholat Jumat seperti yang dikerjakan oleh Rasulullah. Dalam sebuah hadits dijelaskan sebagai berikut:
“Adapun menurut Imam asy-Syafi’i dan ulama-ulama asy-Syafi’iyah, sunah memotong kuku itu sebelum mengerjakan sembahyang Jumat, sebagaimana disunatkan mandi, bersiwak, memakai wewangian, berpakaian rapi sebelum pergi ke masjid untuk mengerjakan sholat Jumat.” (HR. Muslim)
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ شَارِبِهِ وَأَظَافِرِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ.
Artinya : “Adalah Rasululloh SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari Jumat sebelum beliau pergi shalat Jumat,” (HR. Thabrani).
Disarikan dari berbagai sumber.










Add Comment