
حديث أَنَس قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْعٌ يَجْرِى لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْماً، أَوْ كَرَى نَهْراً، أَوْ حَفَرَ بِئْراً، أَوْ غَرَسَ نَخْلاً، أَوْ بَنَى مَسْجِداً، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفاً، أَوْ تَرَكَ وَلَداً يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ رواه البزار وأبو نعيم والبيهقي
“Hadits sahabat Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Ada tujuh jenis amal yang pahalanya mengalir terus kepada seseorang di alam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu, (2) orang yang mengalirkan (mengeruk atau meluaskan) sungai, (3) orang yang menggali sumur, (4) orang yang menanam pohon kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang mewariskan mushaf, (7) orang yang meninggalkan anak keturunan yang memintakan ampunan baginya sepeninggal kematiannya,’” (HR Al-Bazzar, Abu Nu’aim, dan Al-Baihaqi). (Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 305-306).
BACA: https://www.bekalbaik.com/amal-jariyah-investasi-akhirat-yang-pahalanya-terus-mengalir/
Berikut adalah penjelasan ketujuh poin amal tersebut beserta contoh penerapannya di masa kini:
1. Mengajarkan Ilmu
Makna: Membagikan ilmu agama maupun ilmu dunia yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Masa kini: Menulis buku, membuat video edukasi di YouTube, mengajar di kelas, atau membagikan tutorial bermanfaat di media sosial. Pahala terus mengalir selama konten tersebut dibaca atau ditonton dan diamalkan orang lain.
2. Mengalirkan Sungai
Makna: Menyediakan atau memperbaiki jalur air bersih agar bisa diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.
Masa kini: Membangun saluran irigasi untuk sawah warga, menyalurkan pipa air bersih ke desa terpencil, atau membersihkan sungai dari sampah agar tidak banjir.
3. Menggali Sumur
Makna: Menyediakan sumber air bersih, terutama di daerah yang mengalami kekeringan atau krisis air.
Masa kini: Berdonasi melalui lembaga sosial untuk pembuatan sumur bor atau menyediakan mesin pompa air gratis bagi fasilitas umum.
4. Menanam Pohon Kurma
Makna: Menanam tanaman yang buahnya atau keteduhannya bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup (manusia maupun hewan). Kurma adalah contoh pohon yang berumur panjang dan kokoh.
Masa kini: Melakukan penghijauan, menanam pohon buah di pekarangan yang bisa dipetik umum, atau menanam pohon peneduh di pinggir jalan.
5. Membangun Masjid
Makna: Menyediakan tempat ibadah yang layak dan nyaman bagi umat Muslim.
Masa kini: Menyumbang semen, bata, atau dana untuk pembangunan atau renovasi masjid dan musala, termasuk membelikan karpet atau kipas angin untuk kenyamanan jemaah.
6. Mewariskan Mushaf (Al-Qur’an)
Makna: Menyediakan mushaf Al-Qur’an agar bisa dibaca dan dipelajari oleh orang lain.
Masa kini: Mewakafkan Al-Qur’an ke masjid, pesantren, atau rumah tahfiz. Bisa juga dengan membagikan aplikasi atau buku panduan belajar membaca Al-Qur’an.
7. Meninggalkan Anak Saleh
Makna: Mendidik anak dengan akhlak dan agama yang baik, sehingga mereka selalu mendoakan orang tuanya setelah wafat.
Masa kini: Berinvestasi pada pendidikan agama anak, mengajarkan sopan santun, serta membiasakan anak untuk selalu mendoakan kebaikan bagi orang tua sejak dini.(*)










Add Comment