
Ilustrasi
Pembaca setia bekalbaik.com, dalam pandangan syariat, setelah akad nikah diucapkan, mertua telah sah menjadi orang tua kedua kita yang wajib dihormati dan disayangi. Maka, menikah bukan hanya menyatukan dua kepala, tetapi juga mengikat dua keluarga besar.
Bagi pengantin baru, memasuki lingkungan baru dan beradaptasi dengan mertua terkadang mendatangkan rasa canggung, segan, atau bahkan kekhawatiran tersendiri.
Karena itu, pernikahan adalah proses belajar sepanjang hayat. Sebagai awal perjalanan ibadah panjang ini, berikut adalah beberapa tips sederhana dan panduan komunikasi Islam untuk membangun hubungan yang harmonis dengan mertua:
1. Pahami bahwa “Peta” Setiap Keluarga Berbeda
Tiap keluarga dibentuk oleh latar belakang, tradisi, dan kebiasaan komunikasi yang unik. Jangan terburu-buru menilai. Luangkan waktu di awal pernikahan untuk mengamati dan memahami ritme di rumah mertua tanpa harus langsung membandingkannya dengan keluarga Anda.
2. Jalin Komunikasi Dua Arah dengan Prinsip Qaulan Karima
Mertua sering kali merindukan kehadiran anaknya yang kini telah membina rumah tangga sendiri. Cobalah untuk mencairkan suasana dengan sesekali menelepon, mengirim pesan singkat, atau berkunjung.
Saat mengobrol atau mendengarkan nasihat mereka, terapkanlah prinsip Qaulan Karima (perkataan yang mulia) dan Qaulan Layyina (perkataan yang lembut). Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 23:
۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًا ۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ٢٣
Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.“
Mendengarkan dengan takzim meskipun ada perbedaan pandangan adalah bentuk bakti tertinggi kita kepada mereka.
3. Libatkan Mertua dalam Batas yang Sehat
Orang tua akan merasa sangat dihargai jika mereka merasa masih “dibutuhkan” oleh anak-menantunya. Anda bisa meminta saran ringan yang sifatnya umum, seperti resep masakan favorit pasangan atau tips merawat tanaman.
Saling berbagi cerita dengan jujur dan baik sesuai prinsip Qaulan Sadida (perkataan yang benar) dan Qaulan Ma’rufa (perkataan yang pantas) akan menumbuhkan rasa percaya antara menantu dan mertua. Namun, ingat untuk tetap menjaga kerahasiaan dan privasi inti domestik rumah tangga Anda bersama pasangan.
BACA JUGA: https://www.bekalbaik.com/keluarga-sakinah-di-era-industri-menemukan-ketenteraman-di-tengah-kesibukan/
4. Jadikan Pasangan sebagai “Jembatan” Utama
Jika terjadi kesalahpahaman atau perbedaan pendapat yang cukup sensitif dengan mertua, jangan pernah langsung mengonfrontasinya secara sepihak. Selesaikan terlebih dahulu di ruang privat bersama pasangan melalui musyawarah, sebagaimana dicontohkan dalam QS. As-Saffat ayat 102 tentang pentingnya dialog keluarga.
Biarkan pasangan Anda yang menjadi penengah atau penyampai pesan, karena mereka tentu lebih memahami karakter dan bahasa yang paling tepat untuk meluluhkan hati orang tuanya sendiri.
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku“ (HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 dari sahabat Ibnu ‘Abbas).
BACA JUGA: https://www.bekalbaik.com/ketika-waktu-bersama-keluarga-lebih-berharga-dari-lembur-tambahan/
Menganggap mertua sebagai orang tua kandung sendiri adalah kunci utama untuk membuka pintu keberkahan. Ketika kita memuliakan mereka, insya Allah jalan menuju rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah akan terbuka lebar.
Demikian tips singkat tentang Membangun Harmoni dengan Mertua untuk Pengantin Baru, semoga bermanfaat. Sehat selalu dan semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayah-NYA serta kesabaran pada kita, aamiin.(*)










Add Comment